Sabtu, 14 Juli 2012

Prokrastinasi di Detik-Detik Terakhir Kelulusan

Prokrastinasi

Awal dengar istilah ini pas masuk kuliah PSB alias Penerimaan Mahasiswa Baru di Auditorium Andi Pangerang Pettarani Unhas Makassar tahun 2009 lalu. Saya yang waktu itu telah resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru jurusan Teknik Informatika duduk manis di antara ribuan mahasiswa baru lainnnya dari berbagai jurusan di Unhas untuk mendengarkan kuliah umum perdana tersebut. 

Setelah mendengar penjelasan tentang prokrastinasi, sejenak saya jadi bingung. Ini adalah istilah yang baru pertama kali saya dengar. Padahal, kata Pembantu Rektor yang saat itu menjadi penceramah di kuliah umum

Jumat, 13 Juli 2012

Laporan Studi Lapangan (Bukan Laporan Yang Itu)

Ehem ehem. Masih ingat blog ini ? Halaaah.. *pura-pura amnesia* -,-

Setelah sekian lama vakum dari dunia tulis-menulis dan baca-membaca karena beralih sementara ke dunia ketik-mengetik, akhirnya saya punya kesempatan lagi untuk bercerita tentang apa sih yang membuat saya vakum selama sebulan terakhir ini.

Kalo ada yang bisa menebak dengan tepat apa yang saya lakukan sebulan terakhir ini, berarti mereka adalah kepo-ers sejati saya karena mereka tahu segalanya tentang rutinitas harian saya. Guess who ? Bagi yang merasa, ayo ngaku saja. Nanti saya kasih hadiah permen Nano-Nano.

Senin, 04 Juni 2012

Twitter dan Kepekaan Sosial Kita

Twitter.
Sebuah media jejaring sosial yang lumayan terkenal belakangan ini. Lewat twitter, arus informasi terkini mengalir dengan sangat deras karena twitter memang dirancang untuk memposting (istilah kerennya men-tweet) segala macam hal, mulai dari informasi, berita, curhatan, komunikasi antarpengguna, dan banyak hal lainnya.

Awalnya saya mencibir Twitter. Adik saya yang berusaha mati-matian untuk mengajak saya untuk pindah ke Twitter gara-gara saya suka nyampah status alay di Facebook pun akhirnya menyerah. Saya mencibir

Rekayasa Cinta (2)

(lanjutan)

Cinta. Nuansanya tak lagi melukiskan pesona indahnya kemesraan.
Ya benar sekali, di zaman sekarang, nuansa cinta sebenarnya yang mulai terjalin lewat prosesi kenal mengenal atau ta'aruf memang tidak populer. Mereka yang melakukan ta'aruf kebanyakan anak pondok pesantren yang benar-benar memahami hukum Islam tentang apapun, termasuk tentang Nikah. Marjin kelompok pasangan yang melakukan ta'aruf dibandingkan dengan merjin kelompok pasangan yang melakukan pacaran pra-nikah sangat jauh perbedaannya. Jadi, bisa dipahami bahwa cinta yang sebenarnya murni dan suci harus rela merenggut nilai-nilai kesucian dari diri pelakunya. Nafsu yang berkedok cinta.

Rekayasa Cinta (1)

Cinta. 
Kini sudah direkayasa. Diolak alik. Semanis madu. Tapi berbisa.

Cinta.
Kini sudah jadi dilema. Beritanya pun. Selalu jadi topik utama.

Nuasanya tak lagi melukiskan pesona indahnya kemesraan.
Jalinannya tak lagi menjanjikan masa depan kebahagiaan.